Tue, Jan. 15th, 2008, 12:03 pm Hanuki no koji
Pertama-tama, semaccam cairan diinjeksikan dari sisi luar untuk mengurangi efek pada bagian di luar lokal yang akan dikerjakan. Setelah didiamkan beberapa saat injeksi kedua diberikan dari sisi yang berlawanan. Setelah itu berberapa saat dibutuhkan sampai kondisi local tersebut stabil dan pekerjaan utama siap dikerjakan. Pekerjaan utama dimulai dengan mencongkel keluar pasak yang akan dibuang dengan semacam ‘linggis’ dan ‘kait’. Beberapa kali dilakukan pencongkelan sebelum akhirnya dengan sebuah penjepit ditarik keatas, Setelah beberapa kali ulangan, pasak pertama berhasil dikeluarkan. Namun untuk selanjutnya, ternyata pasak-pasak lainnya saling menyatu satu sama lain, dan juga dengan bagian lain yang masih dalam kondisi baik. Hal ini terjadi karena ada semacam pembentukan karang yang melekatkan satu sama lain. Sehingga perlu upaya tambahan untuk pemisahan, dalam hal ini digunakan bor. Pekerjaan dilanjutkan dengan kombinasi metode ‘bor’, ‘linggis/kait’ dan penjepit secara bergantian. Di tengah-tengah pekerjaan karena waktu pengerjaan yang lebih panjang dari yang diperkirakan, local tempat pekerjaan dilakukan mengalami ketidak stabilan sehingga dibutuhkan injeksi tambahan seperti yang dilakukan sebelumnya. Pada akhirnya 4 buah pasak yang sudah hancur tersebut berhasil dikeluarkan. Dan setelah dideteksi dengan metode radiasi, terlihat bahwa semuanya berhasil dikeluarkan dengan baik. Pekerjaan masih dilanjutkan untuk menstabilkan lokasi pembongkaran dengan memasukkan semacam bahan penyumpal, yang sepertinya akan melebur secara perlahan di dalam rongga bekas cabutan. Kemudian dengan secara diagonal dan menyilang, dilakukan pengikatan antara dinding-dinding rongga tersebut. Terakhir, pada mulut rongga ditutup dengan semacam bantalan yang menyerap cairan. Pekerjaan pada tahapan ini selesai. Pekerjaan selanjutnya adalah pelepasan ikatan-ikatan penahan, check-up kestabilan gusi dan mungkin pencetakan gigi penggati. (Gusi??? Gigi???) Ket: pasak = akar gigi, injeksi = suntikan bius, bor, linggis, penjepit = dalam arti yang sebenarnya disesuaikan dengan ukuran mulut dan gigi, tali = benang jahit untuk gusi, metode radiasi = rontgen Tue, May. 29th, 2007, 11:59 am Renungan...
Beberapa masa belakangan ini saya membaca beberapa artikel tentang sejarah Indonesia, utamanya yang berkaitan "hilangnya" peranan signifikan umat Islam dalam sejarah perjuangan Indonesia. Padahal dari sejarahlah seharusnya kita belajar tentang kekuatan yang mengusir para imperialis masa itu. Kekuatan yang menyeluruh yang merupakan kekuatan fisik, mental dan juga pikiran, keimanan, keikhlasan, kejujuran yang merupakan warisan dari Rasulullah saw dan juga para sahabatnya. Hilangnya bagian-bagian penting tersebut dari sejarah yang umum diketahui sekarang, menyisakan hal-hal yang walaupun tidak kalah penting peranannya dalam sejarah, tapi tetap saja hanyalah sisa-sisa. Kalau saja paling tidak kita bisa adil dan memunculkan dengan lugas detil peristiwa demi peristiwa dan pihak-pihak yang berperanan di dalamnya secara objektif (kalau tidak mungkin untuk tidak berpihak). Bila terus bagian-bagian tertentu itu tertutup atau terlupakan, tidak mengherankan kalau generasi penerus negeri ini pun tidak dapat mengambil pelajaran berharga dari masa lalu. Mungkin yang tersisa hanyalah kenangan bahwa bangsa ini adalah bangsa yang (dulu) besar, kuat dan gigih. Kebesaran bangsa dan negara ini hanya akan menjadi sejarah. Mudah-mudahan ada upaya-upaya dari generasi negeri ini untuk menulis kembali sejarah Indonesia yang mengungkapkan detil peranan umat Islam. Tanpa suatu tendensi atau upaya memojokkan apa yang sudah ada, menyesali dan mencaci maki keadaan yang ada saat ini dan penyebabnya. Karena itupun bagian dari sejarah yang harus dipetik hikmahnya untuk memperbaiki apa yang perlu diperbaiki.
I am considering to "fade out" my blogs. how do you think? Or maybe should I just erased all the old posts? Fri, Apr. 20th, 2007, 05:21 pm やぎさん ゆうびん
やぎさん ゆうびん しろやぎさん から おてがみ ついた くろやぎさんたら よまず に たべた しかたがないので おてがみ かいた さっきの てがみの ごようじ なあに くろやぎさん から おてがみ ついた しろやぎさんたら よまず に たべた しかたがないので おてがみ かいた さっきの てがみの ごようじ なあに
Wed, Apr. 18th, 2007, 05:30 pm ぜったい
「ぜったい」 は ない ね、なに こと も。 なる まえ に。。。 なったら うんめい と いう の か?
Photograps exhibition related to Rusia and Chechnya : http://exhibition.ipvnews.org/. Warning, not for those who does not sure enough to be strong hearted. You'd be exposed to war and its victims figures. Wed, Feb. 28th, 2007, 05:29 am funny
I hope this works <object width="425" height="350"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/FuE621j5 0Z0"></param><param name="wmode" value="transparent"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/FuE621j50Z 0" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="425" height="350"></embed></object> if not just drop in here http://www.youtube.com/v/FuE621j50Z0
Wed, Feb. 21st, 2007, 10:26 am Tarjamah
(Baca bagian didalam kurung ini terlebih dahulu. Kalau anda malas untuk membaca keseluruhan, paling tidak baca alinea terakhir sebelum "btw....", utamanya ada para dosen, pendidik, peneliti, profesor, calon profesor, pembaca yang pernah baca buku-buku dalam bahasa asing, berpendidikan s1/s2/s3, lulusan luar negeri dan anda yang memang punya keahlian dalam bidang tertentu) "... tapi kalau saya lebih suka pakai buku bahasa Inggris, karena bisa sekaligus belajar isi buku itu dan belajar bahasa Inggris", ujar salah seorang dosen saya bertahun-tahun yang lalu (waktu itu buku yang beliau maksud sepertinya belum ada terjemahannya). "... coba 'void ratio', kalau diartikan void = kosong, ratio = perbandingan, jadi dalam bahasa Indonesia artinya perbandingan.... susah ya?" kata dosen lainnya waktu memberi kuliah dan beliau melanjutkan seluruh bkuliahnya dengan bahan-bahan berbahasa 'asli'nya yaitu Inggris. Dosen lain ada yang memberi ujian dalam bahasa Inggris. Kemudian ada matakuliah yang diberikan dalam bahasa Inggris, sepertinya dengan bahan berbahasa Inggris, tugas berbahasa Inggris dan harus dikerjakan dengan bahasa Inggris. beberapa waktu berselang.... " Sepertinya istilah saja ya yang tetap pakai bahasa Inggris...", ujar dosen kedua di atas setelah mengevaluasi tugas mahasiswa yang jauh dari harapan. di Jepang ... Saya sulit berkomunikasi dalam bahasa Jepang kalau sudah yang berhubungan dengan kosa kata bahasa teknis, karena mereka memiliki istilah sendiri dalam bahasa asli mereka dan tidak mengadopsi mentah dari bahasa Inggris. Sebaliknya mereka juga sulit menangkap yang saya sampaikan dalam bahasa Jepang karena menggunakan istilah-istilah dalam bahasa Inggris (selain bhs Jepang saya yang belepotan.... *smile*). Tapi mereka (orang-orang Jepang itu) terlihat sangat paham dengan bidang kajian mereka dan kelihatannya rajin membaca-baca buku-buku terkait dengan bidang kajian masing-masing. Nah ... itu dia BUKU, DIKTAT, BAHAN KULIAH dan juga tulisan ilmiah lainnya yang buanyaaaak sekali tersedia dalam bahasa yang mereka mengerti ( i.e Japanese language). Itu Jepang, dengan budaya dan iklim belajar yang sudah sedemikian baiknya, mereka menggunakan bahasanya sendiri untuk belajar. Buku-buku pun banyak sekali yang merupakan terjemahan dari bahasa non Jepang ( e.g. English). Nah (lagi)... peranan buku berbahasa setempat kelihatannya cukup dominan dalam meningkatkan pengetahuan orang di tempat itu, kalau perlu dengan dialek dan gaya penuturan yang akrab dengan telinga-telinga mereka. Kalau di Indonesia ya seharusnya dengan bahasa Indonesia. Tentunya akan banyak masalah saat harus mengalih bahasakan istilah-istilah teknis dan setelah teralih bahasa akan banyak menuai kebingungan seperti yang saat ini terjadi. Tapi banyak alternatif yang bisa dilakukan sebagai solusi itu, selain pembiasaan juga bisa saja diadopsi istilah dalam bahasa aslinya. Memang ada beberapa masalah yang kelihatannya jadi hambatan, a. kemampuan dalam menulis terjemahan yang sesuai dengan yang diterjemahkan tapi juga relatif mudah dicerna oleh pembaca. b. waktu, karena menullis terjemahan itu butuh waktu dan konsentrasi, sementara di Indonesia rata-rata orang yang berkapasitas untuk menulis buku (peneliti, dosen, profesor dan yang berpendidikan s1 ke atas) rata-rata sibuk dengan urusan lainnya. c. tidak adanya reward untuk si penulis (berkaitan erat dg b) d. tidak adanya dana untuk pencetakan buku (berkaitan erat dg c) e. tidak adanya pangsa pasar untuk buku tersebut (berkaitan erat dg e) f. tidak cukup kuatnya ekonomi masyarakat untuk membeli buku tersebut (berkaitan erat dg f) g. tidak cukup tingginya minat baca masyarakat (berkaitan dengan a, dan f serta secara tidak langsung b,c,d,e ) h...... i..... j..... . . . z Izin/copyright dari penulis naskah aslinya. banyak sekali ternyata ya hambatannya, seperti lingkaran 'syaithon'. Tapi kayanya sih, mereka-mereka yang memang punya ilmunya, punya kesempatan untuk memutus lingkaran itu, caranya ya menulis, tanpa pamrih MENULIS. Dana untuk mencetak? Nggak perlu dicetak, diketik saja pakai OpenOfficeOrg lalu dibuat dalam format PDF dan diemail melalui mailling list. Alternatif lainnya juga banyak. Buat yang tidak punya komputer, cobalah temen-teman yang cukup beruntung kumpulkan kertas bekas fotokopian lalu diprint pakai printer inkjet dengan kualitas draft dan tinta refill. Minat baca? memang kita-kita ini dasarnya masih 'terbelakang', mendingan 'nongkrongin' TV dari pagi sampe pagi lagi (Gosip, telenovela, sinetron, nyanyi-nyanyi, semi 'X', bola, hikmah fajar (sambil bobok sampe gak sholat shubuh) dst...) daripada melototin buku. Sekalinya baca buku kalo gak komik, wiro sa*****, ni** ca****, tinlit/ciklit (bener nggak nulisnya) dsb. Bahkan gudangnya informasi dan ilmu di Internet pun hanya dibuka satu tab, 9 tab lainnya online game, pertemanan, gosip (lagi), free download, hot models, dsb. masih ditambah 10 windows online messenger. Koran saja gak kebaca. Percaya atau tidak kalau ada orang-orang yang anaknya tidak sekolah (karena alasan biaya) tapi punya TV bahkan hp. Memang sih TV dan hp lebih murah dari pada spp. Apalagi motor yang bisa kredit tanpa DP, bisa dipakai ngojek. Tapi saya percaya kalo kita tidak boleh menyerah dengan saudara-saudara kita dan juga dengan diri kita sendiri. Seharusnya teman-teman yang punya keahlian dalam bidang tertentu menuangkan ilmunya dalam bentuk BUKU dalam bahasa yang mayoritas penduduk Indonesia mengerti. Memang dilematis dan tidak mudah, tapi rasanya memang harus demikian. Kalau ada s oftware open source yang dibuat sekali lalu dikembangkan secara keroyokan. Ada Wiki si ensiklopedi yang di- update (apa istilah bhs indonesia untuk ini ya?) secara keroyokan. Boleh juga kan kita buat buku secara keroyokan seperti itu, tentunya jangan mengharapkan copyright, harapkan saja copyleft atau right to copy dengan lisensi sebagai public domain. Saya sering merasa ada yang salah dengan seringnya membaca tulisan-tulisan orang-orang yang saya tahu dan yakin mereka punya keahlian tertentu atau mengalami pendidikan yang jauh lebih baik dari pada mayoritas penduduk Indonesia. Karena banyak tulisan-tulisan yang sama sekali tidak berhubungan dengan keahliannya (seperti non-fiksi, novel dsb.). Membayangkan berapa banyak waktu dan sumber daya yang dikerahkan untuk menjadi satu buku saja, padahal dengan pengorbanan yang sama bisa jadi akan selesai sebuah buku yang berisi ilmu pengetahuan dasar maupun terapan dalam bahasa Indonesia sesuai keahlian mereka. Mungkin kita tidak bisa banyak berbuat untuk meningkatkan minat baca, tapi paling tidak kita bisa membuat banyak bahan bacaan yang bisa dibaca saat minat baca itu muncul. Dan juga (walaupun saya tidak terlalu suka mengakui hal ini) terlanjur kita berada di Indonesia maka mbok yao kita utamakan menggunakan bahasa Indonesia karena memang itu yang paling dipahami oleh orang Indonesia (3 kata Indonesia dalam satu kalimat tanpa koma, what an inefficiency *smile*)Btw, ternyata ada kapitalis Amerika yang tidak mendukung Israel silakan baca di sini: http://www.eramuslim.com/news/int/45da68 2f.htm
Segala pekerjaan pedang itu boleh dibuat dengan kalam Adapun pekerjaan kalam itu tiada boleh dibuat dengan pedang Dan beberapa ribu dan laksa pedang yang sudah terhunus Dengan segores kalam jadi tersarung (Raja Ali Haji, dalam Mukaddimah Kitab Bustan al Katibin) (dari : http://literature.melayuonline.com/)
Tue, Jan. 16th, 2007, 04:53 pm omedetou
A-san : "Akemashite omedetou gozaimasu" B-san : "Are kashite omedetou gozaimasu" A-san : "Dare ka shite omedetou gozaimasu"
Are we just chicken drops? Visit and get your mind refreshed the least fightSaya cuma guna instant messenger, selain AOL Time Warner juga banyak. Apax Partners & Co Ltd, saya tidak butuh apax-apax dari perusahaan ini... anda? Dari pada Coca-Cola mending So**o, ahlinya teh. Danone emang banyak pegawainya di Indonesia, tapi serabi, bakpia dan rengginang lebih fresh. Delta Galil nggak kenal Sudah semestinya kita mengembangkan produk pendidikan dan perfilman sendiri dan tidak tergantung pada Disney Estée Lauder sama nggak sama Estee nya Sosro? IBM? kenapa nggak NEC, Fujitsu atau J'an Kurik Selain Johnson & Johnson kan masih ada Cusson dan juga cem-ceman tradisional khas Nusantara Kimberly-Clark, ini Clark yang supermen itu? Lewis Trust Group Ltd tak kenal, L'Oreal tak pakai Marks & Spencer ... hiii Nestle emang ok, tapi saya lebih suka KPBS atau Susu Murni Nasional News Corporation (Fox etc)... ini susah nih, mo dibandingin ke TV nasional indonesia juga sama parahnya, baik tak usah nonton tivi aja. Ada Sony Erricson, Motorolla, Samsung, LG, kenapa Nokia? Revlon belum tentu bahan-bahannya halal, pake luluran tradisional je.... Sara Lee ternyata produknya banyak juga, dari semir sampe roti. Mau makan roti semir? Saya sih buat sendiri di rumah. Selfridges The Limited Inc, Home Depot ... tak kenal Kalo ada selain Intel kenapa harus ngotot dengan Intel. Enakan juga Oplet, Liongbulan atau Kapal Api dari pada Starbucks Timberland, alice in timberland? McDonald's, ini dia pendukung gerakan hidup sehat. Sudah lihat dokumenternya? Arsenal FC didukung, timnas dicerca... di mana keberpihakanmu sodara-sodara? Walah! Ternyata Carrefour juga ikutan, tapi lainnya banyak kan nggak perlu ke sana. Bayangkan kalau pabrik Co**-**la dan M**D*****'s tutup, maka akan banyak orang kehilangan pekerjaan dan menganggur. Tapi lihat, akan banyak juga orang-orang 'sakit' (kerana banyak makan dan minum produk dua coorporation tadi) dan juga kelaparan dan kehausan karena tidak bisa dan biasa masak di rumah sendiri. Lalu para pengangguran tadi pun bekerja sama membuat perusahaan-perusahaan baru, perusahaan minuman dan fastfood (yang lebih sehat) lokal atau regional maju dan berkembang pesat di Indonesia. Bayangkan perputaran roda perekonomian yang akan terjadi di Indonesia, dengan uang yang tidak terbagi dengan keuntungan yang harus DISETOR KE LUAR NEGERI dan digunakan sebagian untuk MEMBELI PERSENJATAAN untuk MEMBUNUHI ORANG di berbagai pelosok dunia termasuk di PALESTINA. Jadi menurut hemat kami, adalah masuk akan bila kita tetap saja berusaha memenuhi seruan untuk tidak keluarkan wang guna membeli prodak-prodak mereka dan membuat prodak-prodak yang serupa di dalam negeri sendiri. Kalaulah sudah ada prodaknya bolehlah kita pakai. Kalau tak, tak perlu lah kita beli. Sekian dari saye, terucap banyak terima kasih untuk pemilik blog ini sehingga saya boleh sampaikan mesej ini. By Anonimus Ng Asall
January 28, 2006 Pundit Vedaprakash Upadhyay, a Hindu professor, in his stunning book claims that the description of the “Avatar” found in the holy books of the Hindu religion, matches the Holy Prophet Mohammed (PUBH). <deleted>
After years of research, he published this book, and no less than eight pundits have endorsed and certified his points of argument as authentic. According to Hindu belief, the Hindu world awaits “the guide and leader”, named Kalki Avatar. However, the description as given in the holy scriptures of the Hindu points only to the Prophet Mohammed (PBUH) of Arabia. <deleted>
The author produces the following sound evidences from the Vedas and other holy books of the Hindu religion in support of his claim: 1. In the Puranas (Hindu scriptures), it is stated that Kalki Avatar would be the last messenger of God in this world. He would be for guidance of the whole world and all human beings. 2. According to a Hindu religion prediction the birth of Kalki Avatar would take place in an isle, which again according to Hindu religion is Arab Region. 3. In books of Hindus, the names of the father and the mother of Kalki Avatar are given as VISHNUBHAGAT and SUMAANI respectively. If we examine the meaning of these names we shall come to some very interesting conclusion. VISHNU (meaning God) + BHAGAT (meaning Slave). Slave of God = ABDULLAH (in Arabic) is the name of Prophet’s (PBUH) Father. SUMAANI (meaning peace or calmness). Aamenah (in Arabic means peace) is the name of Prophet’s (PBUH) Mother. 4. In the religious books of Hindus, it is mentioned that the staple food of Kalki Avatar would be dates and olives and he would be the most honest and truthful person in the region. Without any doubt the Prophet Mohammed (PBUH) is acclaimed to possess these qualities. 5. It is stated in Vedas (holy book of Hindu Religion) that the birth of Kalki Avatar would take place in an honourable clan. This perfectly fits the Quraysh where Prophet Mohammed (PBUH) belonged to. 6. God would teach Kalki Avatar through His messenger (angel) in a cave. Allah taught Prophet Mohammed (PBUH) through His messenger Jibraeel (Gabriel) in a cave known as Ghaar-e-Hira. 7. God would provide Kalki Avatar with a very speedy horse to ride and travel the whole world and the seven skies. Indication of burraq (horse) and Me’raaj (the night when Prophet [PBUH] travelled the seven skies). 8. God would provide Kalki Avatar with divine help. This was particularly proved in the Battle of Uhud. 9. Another dazzling account given about Kalki Avatar was that he would be born on the 12th of a month. Whereas the Prophet Mohammed (PBUH) was born on the 12th of Rabbi ul Awwal (Hijra Calendar). 10. Kalki Avatar would be an excellent horse rider and a swordsman. The author here draws the attention of Hindus that the real days of horses and swords have gone and the present time of guns and missiles. So it would be foolish on the part of those who still expect Kalki Avatar, who should be an excellent rider and swordsman to come. In fact, the divine book, the Holy Qur’an, contains qualities and signs attributed to Kalki Avatar reflecting on the Prophet Mohammed (PBUH). The author has given numerous arguments in favour of his claim that Kalki Avatar is in fact Prophet Mohammed (PBUH) and those who still await the arrival of Kalki Avatar should not waste time. Complete article can be found here http://www.therevival.co.uk/?p=185
インドネシア語を勉強しよう、日本語でインドネシア語は
人はオラン、魚はイカン、ご飯はナシ
Thu, Dec. 28th, 2006, 10:17 am unusual paradox
Beberapa minggu silam dalam waktu berdekatan Indonesia dihebohkan dengan dua kasus heboh : poligami dan perzinahan (selingkuh & video porno anggota dewan). Kedua kasus itu ramai dibahas, yang satu dibahas dengan muka-muka masam pihak-pihak anti poligami (sampai pak SBY ikut 'panik') dan yang satu dibahas ramai (dengan 'opan santun') sambil di balik pembahasan tersebut banyak pihak yang cekikikan sambil menikmati video tersebut. Efek domino dari kedua kasus tersebut masih terasa sampai sekarang, bahkan masih intensif untuk kasus pertama.
Bukan bermaksud membandingkan antara poligami dan perzinahan atau pelacuran yang katanya 'incomparable' (sulit juga men-compare karena bagian yang sama antara dua hal tersebut bersifat sangat pribadi dan bahkan haram untuk diceritakan). Tapi satu hal yang pasti bahwa dalam Islam yang satu akan terhukumi HALAL dan yang satu akan terhukumi HARAM.
Sekarang lupakan poligami atau perselingkuhannya, saya sering merasa kalau kita (bangsa Indonesia, termasuk (terutama) kaum muslimnya) kok lebih punya kekuatan dan waktu untuk membahas pelarangan-pelarangan sesuatu yang halal dilakukan karena ada kasus yang membuat hal tersebut tidak baik atau bahkan berubah hukumnya menjadi haram (pada kenyataannya ada toh kasus-kasus tersebut?). Sementara kita tidak punya gigi apalagi waktu (karena gigi dan waktunya habis untuk hal-hal yang pertama?) untuk menghadapi hal-hal yang jelas-jelas HARAM. Apa mungkin karena tidak berdaya dengan hal yang haram dan telah menjadi kelaziman (red: bukan dalam artian acceptable) kemudian begitu ada celah-celah dengan alasan perjuangan membela hak asasi (atau apalah namanya) dengan murka menerjang dengan kekuatan penuh sebagai pelampiasan KETIDAK BERDAYAAN tersebut, dan merasa bahwa kita sudah berjuang? COME ON, GET REAL! Akui saja kalau kita lemah dan berpenyakit.
Pornografi dan pornoaksi mau diatur, ditolak mentah-mentah. Perselingkuhan merajalela, adem-adem aja. Bisa nggak melihat hubungan antara pornografi, pornoaksi, perzinahan dan kekerasan dalam rumah tangga (yang sering diklaim sebagai efek buruk poligami)? Saya rasa kalau pornografi/aksi dan perzinahan diberantas habis, generasi saat ini dan masa depan akan mampu lebih fokus pada pemecahan berbagai permasalahan bangsa dan rakyat negeri kita, dan tentunya pengabdian ke Yang Maha Esa. Sekarang? Lha wong katanya wakil rakyat aja banyak yang pada gitu.... ada yang pulang umroh ngedugem lah, terima 'kunjungan' di ruangan di gedung dewan lah...
Wallahu a'lam..
Gerakan Syahwat Merdeka Mengepung Indonesia
Kutipan2:
Will Tuchrello, direktur Perpustakaan Kongres AS Perwakilan Indonesia: ''.................Tapi ingat, media massa Indonesia juga banyak sampahnya. Lihat siaran televisi Anda. Bayangkan kalau di Amerika tayangan itu diputar pada pukul 03.00 pagi, di sini malah diputar pada prime time,''
Taufik Ismail: ''Bayangkan, mereka saja (maksute orang2 AS) resah atas menggejalanya budaya bebas tanpa batas itu. Tapi, kok kita tidak ya?''
Paling tidak ada 13 pihak yang menjadi pendukung fanatik gerakan syahwat merdeka: 1. praktisi sehari-hari kehidupan seks bebas hetero dan homo 2. para penerbit majalah dan tabloid mesum 3. produser, penulis skrip, dan pengiklan televisi. 4. adalah penulis, penerbit, dan propagandanis buku-buku sastra dan bukan sastra (yang mencabul-cabulkan karyanya) 5. penerbit dan pengedar komik cabul. 6. produsen VCD/DVD porno. 7. pabrikan alkohol. 8. produsen, pengedar, dan pengguna narkoba. 9. pabrikan, pengiklan, dan pengisap rokok. 10.pengiklan perempuan dan laki-laki panggilan. 11. germo dan pelanggan prostitusi. 12. adalah dukun dan dokter praktisi aborsi 13. gelombang penolak RUU Pronografi dan Pornoaksi.
Sastra ganjil NH Dini menyatakan, saat ini memang ada yang ganjil dalam dunia sastra. Entah mengapa tiba-tiba ada sekelompok penulis perempuan yang giat menulis cerita bergaya pornografi. Mereka memang tidak merasa risi atau malu. Entah sengaja atau tidak, mereka sudah menyalahartikan erotisme menjadi sama saja dengan pronografi.
cited from http://republika.co.id/koran_detail.asp?id=276485&kat_id=3
The country is not the border, the building inside the border nor the government, but the people living inside the border. The people differs in their capacity, education, endurance, wealth, strength、 knowledge, but for sure, MOST are not able to live outside the border. God, The All Mighty had put us inside each border, and in a border we know as Indonesia. For those who born, raised up, educated and awarded scholarships for pursuing the higher level of education abroad AS AN INDONESIAN, please realize that it is our fate to be Indonesian and due, it is our responsibility to give best efforts for our people. With our hand we might change the fate, it could be changing our nationality and be in a better developed country, or, changing our family stronger to build a strong community and forming a strong unity of high quality human inside a border that known as Indonesia.
1. Allah Swt. berfirman, “Dan Kami ciptakan dari air segala sesuatu yang hidup…” (QS. Al-Anbiya [21]: 30). 2. Dr. Masaru Emoto, penemu kristal air yang menakjubkan itu, menguraikan bahwa air-air yang diucapkan doa dan kata-kata baik akan membentuk kristal yang sangat indah.
Dengan keyakinan bahwa (1.) adalah benar dan (2) juga benar, kalau kita selalu saling mendoakan dan memberikan kata-kata yang baik berarti kristal-kristal dalam tubuh kita juga akan menjadi indah. Bagaimana kalau kita lakukan terhadap Mr. Bush? Masihkah ia akan tertolong......? |
|